Powered by Blogger.

Daftar Kiper Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Sepakbola

Kiper Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Sepakbola

Didalam permainan sepakbola, posisi kiper memang bisa dikatakan posisi yang kurang menarik perhatian jika dibandingkan posisi yang lain misal penyerang atau Gelandang. Tetapi kita jangan lupa bahwa sebuah tim jika tidak adanya kiper atau penjaga gawang yang bagus bisa membuat pertahanan / Pemain belakang menjadi was-was, dengan adanya penjaga gawang pemain belakang lebih merasa aman menjaga daerahnya masing.

Begitu juga jika suatu tim dengan penyerangannya sangat tajam jika tidak ada penjaga gawang atau kiper yang bagus maka sama juga bunuh diri. Jadi posisi penjaga gawang atau kiper memang sangat penting, sama fungsinya seperti Pemain Belakang, Pemain Tengah atau Pemain Depan.

Kriteria utama seorang kiper ditentukan prestasi yang diraih bersama klub, penghargaan individual, dan juga kehebatan mencegah terjadinya gol di gawang mereka. Ini daftar kiper atau penjaga gawang terbaik sepanjang sejarah sepakbola.

Dida (Brasil) : Prestasi yang ditoreh dengan club AC Milan dan Tim Masional brazil memberikan bukti bahwa Dida merupakan salah satu kiper hebat. Dida juga termasuk dalam kandidat peraih Ballon d'Or di tahun 2003 dan 2005. Kadang Dida juga sering melakukan blunder ..

Dino Zoff (Italia) : Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).

Edwin van der Sar (Belanda) : Postus jangkung, tinggi itulah sosok Edwin Van der Sar, Tim yang dibela selalu menjadi langanan juara (Ajax, Juventus dan MU) Ia juga menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008.

Gianluigi Buffon (Italia) : Salah satu kiper favorit saya, menjadi kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon menjaga gawang di lapangan hijau. Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.

Gordon Banks (Inggris) : Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saat Three Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Aksi yang dilakukan saat memblok tandukan Pele, menjadi buah bibir media-media inggris bahkan dunia.

Iker Casillas (Spanyol) : tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.

Lev Yashin (Uni Soviet) : Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan. Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan. Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.

Peter Schmeichel (Denmark) : Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.

Petr Cech (Republik Ceko) : Kiper yang sangat dingin, dengan postur yg ideal Cech menjadi salah satu kiper terbaik dunia. Kelebihan Cech bukan hanya kepada bola-bola atas, kiper satu ini memiliki semua skill yang komplit sebagai seorang kiper kelas dunia.

Rinat Dasayev (Uni Soviet) : Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final. Dasayev yang dijuluki "Tirai Besi" dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.

Dvd Bola, DVD Pertandingan Hanya Disini !! Bola Kita, Pesan Sekarang atau Ketinggalan ...

Regrads
Bola Kita

1 comments: